» Kalkulator DCF: nilai intrinsik per saham


Kalkulator DCF untuk menilai saham dan perusahaan dengan model arus kas diskonto dua tahap. Hitung nilai intrinsik, tingkat diskonto, dan asumsi pertumbuhan.

Gunakan kalkulator DCF ini untuk memperkirakan nilai saham atau perusahaan dengan model arus kas diskonto dua tahap. Alat ini terlebih dahulu mendiskontokan arus kas pada periode pertumbuhan tinggi, lalu menambahkan nilai terminal dengan asumsi pertumbuhan jangka panjang.

Ini berguna ketika Anda ingin memperkirakan nilai intrinsik per saham berdasarkan arus kas per saham, tingkat diskonto, dan asumsi pertumbuhan yang realistis. Kalkulator juga dapat bekerja secara terbalik untuk menemukan, misalnya, tingkat pertumbuhan implisit atau tingkat pengembalian yang disyaratkan.

Seperti pada setiap model DCF, kualitas hasil sangat bergantung pada asumsi. Sebaiknya gunakan arus kas yang berkelanjutan, tingkat diskonto yang konsisten, dan pertumbuhan jangka panjang yang tetap di bawah tingkat diskonto serta sesuai dengan tingkat kematangan bisnis.

Rumus DCF

$$P_{0} = \sum_{t=1}^{N}\frac{CF_{0}(1+g_{1})^{t}}{(1+r)^{t}} + \frac{CF_{N}(1+g_{2})}{(r-g_{2})(1+r)^{N}}$$

Data Awal

%
%
Tahun
%
Tingkat diskonto harus lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan terminal.

Hasil

Nilai intrinsik per saham (P0)
15.40

Rincian DCF
Nilai kini arus kas tahap 1 5.50
Arus kas pada tahun N (CFN) 1.47
Nilai terminal pada tahun N 17.31
Nilai kini dari nilai terminal 9.90

FAQ kalkulator DCF

Apa itu model DCF?
Model discounted cash flow (DCF) memperkirakan nilai perusahaan atau saham dengan memproyeksikan arus kas masa depan dan mendiskontokannya ke saat ini menggunakan tingkat pengembalian yang disyaratkan. Hasilnya sering ditafsirkan sebagai nilai intrinsik atau nilai wajar.

Rumus apa yang digunakan kalkulator DCF ini?
Kalkulator ini menggunakan model DCF dua tahap. Alat ini mendiskontokan arus kas pada periode pertumbuhan tinggi lalu menambahkan nilai terminal dengan pertumbuhan selamanya: P0 = Σ(CF0(1+g1)^t / (1+r)^t) + [CFN(1+g2) / (r-g2)] / (1+r)^N.

Arus kas per saham apa yang sebaiknya saya gunakan?
Banyak analis menggunakan free cash flow yang dinormalisasi per saham sebagai titik awal. Anda juga bisa memakai ukuran arus kas lain per saham, tetapi valuasi hanya masuk akal jika arus kas tersebut berkelanjutan dan konsisten dengan tingkat diskonto serta asumsi pertumbuhan.

Mengapa tingkat diskonto harus lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan terminal?
Karena nilai terminal menggunakan r - g2 pada penyebut. Jika tingkat pertumbuhan terminal sama dengan atau lebih tinggi daripada tingkat diskonto, rumusnya tidak lagi realistis dan valuasi menjadi tidak masuk akal.

Bisakah kalkulator ini juga mencari tingkat diskonto atau pertumbuhan?
Ya. Alat ini mendukung perhitungan terbalik. Anda dapat mencari arus kas saat ini per saham yang belum diketahui, tingkat diskonto, tingkat pertumbuhan tahap pertama, tingkat pertumbuhan terminal, lamanya periode pertumbuhan tinggi, atau nilai intrinsik per saham.

Apa perbedaan DCF dengan model Gordon Growth?
Model Gordon Growth adalah model valuasi satu tahap dengan pertumbuhan konstan. Kalkulator DCF ini lebih fleksibel karena memungkinkan periode pertumbuhan tinggi yang terpisah sebelum beralih ke tingkat pertumbuhan terminal yang lebih rendah.