FAQ kalkulator DCF
Apa itu model DCF?
Model discounted cash flow (DCF) memperkirakan nilai perusahaan atau saham dengan memproyeksikan arus kas masa depan dan mendiskontokannya ke saat ini menggunakan tingkat pengembalian yang disyaratkan. Hasilnya sering ditafsirkan sebagai nilai intrinsik atau nilai wajar.
Rumus apa yang digunakan kalkulator DCF ini?
Kalkulator ini menggunakan model DCF dua tahap. Alat ini mendiskontokan arus kas pada periode pertumbuhan tinggi lalu menambahkan nilai terminal dengan pertumbuhan selamanya: P0 = Σ(CF0(1+g1)^t / (1+r)^t) + [CFN(1+g2) / (r-g2)] / (1+r)^N.
Arus kas per saham apa yang sebaiknya saya gunakan?
Banyak analis menggunakan free cash flow yang dinormalisasi per saham sebagai titik awal. Anda juga bisa memakai ukuran arus kas lain per saham, tetapi valuasi hanya masuk akal jika arus kas tersebut berkelanjutan dan konsisten dengan tingkat diskonto serta asumsi pertumbuhan.
Mengapa tingkat diskonto harus lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan terminal?
Karena nilai terminal menggunakan r - g2 pada penyebut. Jika tingkat pertumbuhan terminal sama dengan atau lebih tinggi daripada tingkat diskonto, rumusnya tidak lagi realistis dan valuasi menjadi tidak masuk akal.
Bisakah kalkulator ini juga mencari tingkat diskonto atau pertumbuhan?
Ya. Alat ini mendukung perhitungan terbalik. Anda dapat mencari arus kas saat ini per saham yang belum diketahui, tingkat diskonto, tingkat pertumbuhan tahap pertama, tingkat pertumbuhan terminal, lamanya periode pertumbuhan tinggi, atau nilai intrinsik per saham.
Apa perbedaan DCF dengan model Gordon Growth?
Model Gordon Growth adalah model valuasi satu tahap dengan pertumbuhan konstan. Kalkulator DCF ini lebih fleksibel karena memungkinkan periode pertumbuhan tinggi yang terpisah sebelum beralih ke tingkat pertumbuhan terminal yang lebih rendah.