» Hasil Sewa


Kalkulator hasil sewa untuk membandingkan hasil sewa bruto dan neto, cap rate, arus kas bulanan sebelum pembiayaan, serta periode balik modal berdasarkan sewa, tingkat kekosongan, biaya, harga beli, atau nilai properti saat ini.

Gunakan kalkulator hasil sewa ini ketika Anda ingin mengetahui berapa hasil sewa yang dihasilkan properti, apakah nilai sewa membenarkan harga beli, berapa arus kas bulanan yang tersisa sebelum pembiayaan, atau berapa lama properti mungkin membutuhkan waktu untuk balik modal. Kalkulator ini menampilkan hasil sewa bruto, hasil sewa neto, cap rate, arus kas bulanan sebelum pembiayaan, dan periode balik modal dalam satu tempat.

Gunakan mode Cepat untuk estimasi awal dari sewa, tingkat kekosongan, dan satu total biaya tahunan. Beralih ke mode Lanjutan untuk merinci pajak, asuransi, perawatan, biaya pengelolaan, utilitas, biaya layanan, dan pengeluaran lain, serta membandingkan hasil berdasarkan harga beli atau nilai properti saat ini. Ini membuatnya berguna baik untuk pemilik properti sewa jangka panjang maupun pemilik sewa jangka pendek yang ingin cepat mengecek apakah properti tersebut layak menurut asumsi mereka.

Data Awal

Mode kalkulator
Hasil berdasarkan
Jumlah mobil
Harga Kekosongan rata-rata yang diharapkan
%
Harga Pembelian Properti
Nilai properti saat ini
Biaya pembelian tambahan
Pendapatan Sewa Berpotensi (tahunan)
Belanja Kendalian (tahunan)
Pendapatan Efektif Kasar (tahunan)
Total biaya operasional (tahunan)
Pendapatan Kendalian Bersih (NOI) (tahunan)

Hasil

Hasil sewa bruto
6.67 %
Hasil sewa neto / cap rate
4.27 %
Arus kas bulanan sebelum pembiayaan
640.67
Periode pengembalian
23.41 Tahun

FAQ Kalkulator Hasil Sewa

Bagaimana cara menghitung hasil sewa?
Hasil sewa bruto biasanya dihitung dengan membagi pendapatan sewa tahunan dengan nilai properti, lalu mengalikannya dengan 100. Hasil sewa neto melangkah lebih jauh dengan menyesuaikan pendapatan untuk tingkat kekosongan dan mengurangi biaya operasional tahunan sebelum dibagi dengan nilai properti yang dipilih.

Apa perbedaan antara hasil sewa bruto dan neto?
Hasil sewa bruto menggunakan pendapatan sewa tahunan sebelum memperhitungkan kekosongan dan biaya. Hasil sewa neto menyesuaikan untuk kekosongan dan mengurangi biaya operasional tahunan, sehingga memberi gambaran yang lebih jelas tentang kinerja pendapatan properti yang sebenarnya. Kalkulator ini menampilkan keduanya secara terpisah.

Apakah hasil sewa sama dengan cap rate?
Keduanya sangat terkait. Dalam banyak konteks investasi properti, cap rate didasarkan pada pendapatan operasional bersih (NOI) dibagi harga properti, sedangkan hasil sewa bruto menggunakan sewa sebelum potongan tersebut. Pada kalkulator ini, hasil utama adalah hasil neto / cap rate berdasarkan NOI.

Apa yang termasuk dalam mode lanjutan?
Mode lanjutan memungkinkan Anda memperkirakan biaya operasional tahunan dengan lebih rinci dengan memisahkannya ke dalam pajak properti, asuransi, perawatan, biaya pengelolaan, utilitas yang dibayar pemilik, iuran lingkungan atau biaya layanan, dan biaya tahunan lainnya. Mode ini juga memungkinkan Anda membandingkan hasil berdasarkan harga beli atau nilai properti saat ini.

Apakah kalkulator hasil sewa ini memasukkan cicilan KPR?
Tidak. Kalkulator ini berfokus pada hasil sewa, cap rate, NOI, arus kas bulanan sebelum pembiayaan, dan periode balik modal dari sewa, kekosongan, biaya operasional, dan nilai properti. Cicilan KPR, biaya pembiayaan, dan cash-on-cash return adalah metrik investasi yang terpisah.

Contoh: berapa hasil sewa untuk 1.000 per bulan pada properti senilai 180.000?
Jika sewa adalah 1.000 per bulan, tingkat kekosongan 5%, biaya operasional tahunan 3.712, dan harga properti 180.000, kalkulator menghasilkan sewa bruto tahunan 12.000, pendapatan bruto efektif sekitar 11.400, NOI sekitar 7.688, hasil bruto sekitar 6,67%, dan hasil sewa neto / cap rate sekitar 4,27%.

Haruskah saya menggunakan harga beli atau nilai properti saat ini?
Gunakan harga beli ketika Anda ingin menilai transaksi yang Anda beli. Gunakan nilai properti saat ini ketika Anda ingin menilai seberapa efisien properti bekerja hari ini dibandingkan dengan nilai aset saat ini. Banyak investor memantau keduanya.

Bisakah pemilik Airbnb atau sewa jangka pendek menggunakan kalkulator ini?
Ya. Host Airbnb dan pemilik sewa jangka pendek lainnya dapat menggunakannya sebagai alat penyaringan cepat dengan memasukkan rata-rata sewa yang diharapkan, tingkat kekosongan, dan biaya operasional untuk melihat apakah properti masih menghasilkan hasil neto yang memadai, arus kas bulanan sebelum pembiayaan, dan periode balik modal. Hasilnya hanya sebaik asumsi yang digunakan, jadi permintaan musiman, biaya pembersihan, biaya platform, furnitur, dan regulasi lokal harus tercermin dalam input biaya dan kekosongan.

Berapa hasil sewa yang dianggap bagus?
Tidak ada jawaban universal. Hasil sewa yang “bagus” tergantung pada lokasi, jenis properti, risiko kekosongan, biaya operasional, syarat pembiayaan, dan apresiasi yang diharapkan. Hasil yang lebih tinggi sering datang bersama risiko yang lebih tinggi, permintaan penyewa yang lebih lemah, atau upaya pengelolaan yang lebih besar.