Kalkulator PPN: hitung DPP, PPN, dan total termasuk pajak secara online. Cocok untuk faktur, banyak baris, pembulatan, dan ekspor CSV.
Baca selengkapnya
Mode dasar cocok untuk menghitung PPN dengan cepat:
- Masukkan satu nilai: jumlah sebelum PPN, jumlah PPN, atau jumlah termasuk PPN.
- Pilih negara dan tarif pajak yang sesuai.
- Anda langsung melihat konversi antara sebelum PPN, PPN, dan termasuk PPN.
Mode lanjutan berguna untuk faktur dengan banyak baris:
- Tambahkan hingga 100 baris dengan tarif yang berbeda.
- Pilih pembulatan per baris atau untuk seluruh faktur.
- Lihat total per tarif dan total keseluruhan dalam satu ringkasan.
- Ekspor hasil ke CSV untuk akuntansi atau proses lanjutan.
Sentuhan lokal: untuk Indonesia, istilah yang paling umum adalah PPN. Anda bisa memakai kalkulator ini untuk skenario harga sebelum PPN, jumlah PPN, dan harga setelah PPN.
Rumus PPN
$$\begin{aligned}
\mathrm{Termasuk PPN} &= \mathrm{Sebelum PPN}\times(1+r) \\
\mathrm{Sebelum PPN} &= \frac{\mathrm{Termasuk PPN}}{1+r} \\
\mathrm{PPN} &= \mathrm{Sebelum PPN}\times r = \mathrm{Termasuk PPN}-\mathrm{Sebelum PPN}
\end{aligned}$$
Negara
Pertanyaan umum tentang kalkulator PPN
Bagaimana cara menghitung PPN?
Untuk menambahkan PPN ke harga sebelum pajak: PPN = nilai dasar x tarif, dan total termasuk PPN = nilai dasar + PPN. Untuk memisahkan PPN dari harga setelah pajak: nilai dasar = total / (1 + tarif), dan PPN = total - nilai dasar.
Kapan saya memakai sebelum PPN, PPN, dan termasuk PPN?
Gunakan jumlah sebelum PPN saat Anda mengetahui nilai dasar. Gunakan jumlah termasuk PPN saat Anda mengetahui harga akhir. Kolom PPN berguna saat nilai pajaknya sendiri sudah diketahui.
Untuk apa mode lanjutan digunakan?
Mode lanjutan digunakan untuk faktur multi-baris, tarif berbeda, pembulatan per baris atau seluruh faktur, serta ekspor CSV.
Apa istilah lokal yang paling umum di Indonesia?
Di Indonesia, istilah yang paling umum adalah PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Karena itu, halaman ini menggunakan istilah PPN pada judul, formula, dan label utama.